MELATI DI TAPAL BATAS
Hari
demi hari terasa kian menyesakkan dada itulah yang dirasakan oleh melati
bagaimana tidak, keputusan dari panglima kumbang untuk mempersuntingnya menjadi
permaisuri harap-harap cemas itulah yang menghantui pikiran melati. Namun,
panglima kumbang selalu meyakinkan melati bahwa ia akan datang melamarnya
apabila saatnya tiba nanti tapi itu belum cukup untuk meyakinkan hati melati. Hatinya
tetap gundah gulana itu semua karena pertanyaan dari pihak keluarga besar
melati tentang kapan hari bahagia itu dilangsungkan. Sejalan dengan itu
panglima kumbang juga dalam permasalahan yang tak jauh berbeda hatinya ingin
segera memboyong permaisurinya itu pulang ke istananya tapi dia harus menunggu
pihak keluarganya dulu berunding secara adat untuk menentukan hari bahagia itu.
Sungguh hatinya tak enak dia takut keluarga melati mengira dia tidak serius
dengan melati. ”Malang benar nasibku untuk menikah saja mesti repot begini” desahnya
didalam hati. Kalau tidak karena menghargai mereka tentu panglima kumbang akan
datang sendiri melamarnya.
Melati
tetap sabar menanti panglima kumbang datang namun yang menjadi pertanyaan
melati ada permasalahan apa sampai masalah melamarnya saja mesti ditunda-tunda
dan setiap kali melati bertanya pada panglima kumbang dia tidak mau berterus
terang.
“Kapan panglima kumbang akan melamarku?”
Desak melati, Aaku belum berani memastikan waktunya sayang, tapi pasti aku
akan melamarmu” jawab panglima kumbang. “iya tapi kapan?” Desaknya lagi,
“Sabar dulu sayang” jawab panglima kumbang lagi, “Tapi janji panglima
pasti melamarku” tegas melati, “Iya sayang” jawab panglima
kumbang.
Hati
melati sedikit terhibur dengan janji dari panglima kumbang untuk melamarnya
walaupun hatinya tetap gundah karena waktu yang ditunggu-tunggu itu belum juga
tiba. Namun dia percaya bahwa panglima kumbang tidak akan mengingkari janjinya
karena mereka sudah menjalin hubungan cukup lama. “Ini semua mungkin ujian
kesabaran dari Allah semoga aku mampu menghadapinya” tegasnya didalam hati.
Melati oh melati aku
bagai di tapal batas
Menanti
pujaan hati menghampiri
Dengan
membawa berjuta pelangi
Tuk
hiasi impian yang hakiki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar