Senin, 13 September 2021

PENGERTIAN AL-QUR'AN

 1. Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an menurut bahasa berasal dari kata qara’a yang berarti membaca bacaan. al-Qur’an berarti bacaan yang sempurna.

Kesempurnaan al-Qur’an sebagai bacaan dibandingkan dengan bacaan yang ada dibuktikan                dengan:

1.    Dibaca oleh ratusan juta manusia, meskipun mereka tidak tahu artinya dan tidak dapat  menulis aksaranya

2.    Diatur tata cara membacanya, panjang pendeknya, tebal tipis ucapannya, sampai pada etika membacanya

3.    Dipelajari susunan kata dan kosa katanya, dan juga makna kandungannya

4.    Dan lain-lain.

Sedangkan al-Qur’an menurut Istilah adalah: Wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad saw. secara berangsur-angsur melalui malaikat Jibril dan membacanya adalah ibadah. Rasulullah banyak menerima wahyu dari Allah baik seca ra langsung maupun perantara Malaikat Jibril dan dibukukan, tetapi tidak disebut Al-Qur’an dan membaca tidak dinilai ibadah.

Dari kutipan di atas, kita dapat mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang isinya mengandung firman Allah, turunnya secara bertahap melalui malaikat Jibril, pembawanya Nabi Muhammad Saw., susunannya dimulai dari surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat An-Nas, membacanya bernilai ibadah, fungsinya antara lain menjadi hujjah atau bukti yang kuat atas kerasulan Muhammad Saw., keberadaannya hingga kini masih tetap terpelihara dengan baik, dan pemasyarakatannya dilakukan secara berantai dari satu generasi ke generasi lain dengan tulisan maupun lisan.

 

2.  Keistimewaan Al-Qur’an

Sebagai pedoman hidup umat manusia, al-Qur’an memiliki beberapa keistimewaan dan kelebihan dibanding kitab-kitab suci lainnya, diantaranya:

a.`Al-Quran memuat ringkasan dari ajaran-ajaran ketuhanan yang pernah dimuat kitab- kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Zabur, Injil dan lain-lain. Juga ajaran-ajaran dari Tuhan yang berupa wasiat. Al-Quran juga m engokohkan perihal kebenaran yang pernah terkandung dalam kitab-kitab suci terdahulu yang berhubungan dengan peribadatan kepada Allah Yang Maha Esa, beriman kepada para rasul, membenarkan adanya balasan pada hari akhir, keharusan menegakkan hak dan keadilan, berakhlak luhur serta berbudi mulia dan lain-lain.

b.`Al-Qur’an memuat kalam-kalam Allah yang dijadikan pedoman hidup manusia sepanjang masa sehingga al-Qur’an memang dikehendaki Allah untuk kekal. Kewajiban kita menjaganya dari serangan pihak-pihak yang menginginkan al-Qur’an musnah dan mengubah kemurniannya. Meskipun kita tidak mampu menjaganya, maka Allah pasti akan menjaganya, dan Allah sebaih-baik Dzat Yang Maha Menjaga.

c.    Al-Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan. Sehingga seluruh fenomena yang terjadi di alam semesta yang merupakan ciptaan Allah juga tidak akan pernah kontradiktif dengan apa yang Dia ciptakan. Dari sudut inilah, maka kita menyaksikan sendiri betapa banyaknya kebenaran yang ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern ternyata sesuai dan cocok dengan apa yang terkandung dalam Al-Quran. Jadi apa yang ditemukan adalah memperkokoh dan merealisir kebenaran dari apa yang sudah difirmankan oleh Allah Swt. sendiri.

     Al-Quran diturunkan oleh Allah Swt. dengan suatu gaya bahasa yang istimewa, mudah, tidak sukar bagi siapa pun untuk memahaminya dan tidak sukar pula mengamalkannya, asal disertai dengan keikhlasan hati dan kemauan yang kuat. Allah Swt. menghendaki agar al-Qur’an dapat disyiarkan kepada akal pikiran dan seluruh pendengaran sehingga dapat menjadi kenyataan dan perbuatan.

 

3.  Fungsi Al-Qur’an

Al-Qur’an sebagai kitab Allah Swt menempati posisi sebagai sumber pertama dan utama dari seluruh ajaran Islam, baik yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri,hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan manusia dengan sesamanya, dan hubungan manusia dengan alam. Fungsi al-Qur’an secara garis besar dapat di kelompokkan sebagai berikut:

1.    Sebagai sumber ajaran/hukum islam yang utama

2.    Sebagai konfirmasi dan informasi terhadap hal-hal yang tidak dapat diketahui oleh akal

3.    Petunjuk hidup manusia ke jalan yang lurus tentang berbagai hal walaupun petunjuk tersebut terkadang bersifat umum yang menghendaki penjabaran dan perincian

4.    Sebagai pengontrol dan pengoreksi terhadap ajaran-ajaran masa lalu, yaitu Injil, Zabur dan Taurat

4.  Cara memfungsikan Al-Qur’an

a.       Dalam kehidupan pribadi;

b.      Dalam kehidupan berumah tangga;

c.       Dalam kehidupan bermasyarakat;

d.      Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

e. Hakim dalam menyelesaikan suatu perkara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar